Kepulan asap berbau pekat menghiasiLimbah pabrik tercemar mengiringiFajar tertutup kabut tak bertepiSeperti inikah fajar di hiruk pikuk kota yang dipenuhi hal duniawiMembuatku rindu pulau garamTanah kelahiran tempat bersemayamDi ujung Madura fajar terbit bak gurindamMenampakkan cahayanya menghiasi, se antero bumi bergumamFajar menyilaukan namun keberadaannya banyak dicariBersemi di hatiTerpukau akan jingganya muncul di langit iniInginku meraihnya dalam sepiFajar muncul pagi datangKupu-kupu melayangIndah terkenangTak jua berlinanngdi sudut Madura, Mei 2016
Berani bermimpi itu baik!
Wae bagus
BalasHapus